Saturday, 10 January 2026

 

Penulis: [MAHFUZAH PARINDURI]

DE-HABITUASI (MEMBONGKAR PLESETAN DUNIA)

BAB 1: MANIPULASI NAMA DAN IDENTITAS PERADABAN

Sejarah yang kita baca hari ini bukanlah sejarah yang murni. Ada upaya sistematis untuk "memplesetkan" identitas tokoh-tokoh besar agar kita kehilangan akar. Contoh paling nyata adalah bagaimana sosok Iskandar Zulkarnain dikaburkan dan digantikan sepenuhnya oleh narasi Alexander the Great. Begitu juga dengan para ilmuwan besar Islam yang namanya dilatinkan (seperti Ibnu Sina menjadi Avicenna), bertujuan agar generasi mendatang tidak lagi mengenali kejayaan peradaban aslinya.

Dunia sedang melakukan Habituasi Mental—sebuah pengkondisian agar kita terbiasa melihat sejarah dari kacamata mereka, sehingga kita merasa kecil dan tidak memiliki andil dalam kemajuan zaman.

BAB 2: ANTARA EVOLUSI KERA DAN PENYUSUTAN ADAM

Dunia akademis memaksa kita percaya pada teori evolusi; bahwa manusia berasal dari makhluk primitif yang perlahan tumbuh cerdas dan tegak. Namun, fakta spiritual dan sisa-sisa arkeologi menunjukkan hal sebaliknya: Involusi atau Penyusutan.

Berdasarkan literatur sejarah Islam, manusia pertama, Nabi Adam AS, diciptakan dengan tinggi 60 hasta (30 meter). Kita bukan berevolusi dari kera yang kecil, melainkan keturunan raksasa yang menyusut secara fisik karena perubahan atmosfer dan takdir zaman pasca-banjir besar Nabi Nuh. Jejak kaum terdahulu seperti Kaum 'Ad dan peradaban di masa Nabi Idris (Henokh) yang memiliki teknologi bangunan raksasa adalah bukti bahwa manusia masa lalu jauh lebih perkasa daripada manusia modern.

BAB 3: ALIEN SEBAGAI FITNAH DAN DIMENSI GHAIB

Narasi "Alien" dengan ciri fisik kepala besar dan badan kecil sering kali dikaitkan dengan manusia masa depan atau makhluk luar angkasa. Namun, jika dibedah dengan logika iman, ini adalah bentuk penyesatan akidah. Fenomena alien, UFO, dan teknologi "ajaib" di baliknya lebih masuk akal dijelaskan sebagai interaksi Bangsa Jin yang memiliki kemampuan manipulasi dimensi dan teknologi yang melampaui akal manusia.

Penggunaan simbol-simbol tersembunyi pada produk massa (seperti logo yang menyerupai angka 666) adalah cara mereka melakukan habituasi agar manusia terbiasa dengan kehadiran kekuatan gelap ini tanpa menyadarinya.

Sunday, 27 October 2024


 Trio  biologi...

Satu jurusan Biologi, sama-sama alumni UNIMED beda Angkatan aja, satu tempat tugas SMA Negeri 5 Tanjungbalai semoga solid selalu terutama dalam hal menjalankan tugas mengabdi pada negara.


Saturday, 26 October 2024

Lama gak muncul   ..............
Kembali lagi, awalnya berhenti, tapi kok sayang sudah dibuat tapi gak dimanfaatin. 
Ada hal yang menjadi pelajaran , di dalam kehidupan itu juga seperti itu disaat kita sudah memulai janganlah berhenti, tapi berbuatlah apa yang kita mulai harus kita jalani atau kita selesaikan atau kita akhiri.🙏😎


 

Friday, 15 April 2016

Kelabang/Lipan... cantik tapi bikin kita kesal







Lipan atau kelabang adalah hewan berbisa tapi tidak mematikan bagi manusia, yang bikin kita kesal akibat sengatan lipan adalah kita akan  merasakan sakit dan panas pada daerah yang disengatnya, dan rasa ini akan berlangsung 2 atau 3 hari. Dan ada juga bahkan mengalami gejala panas atau demam.

Bagi yang terkena sengatan lipan yang pertama harus dilakukan adalah segera mencuci daerah luka sengatan dengan air dan antiseptik, jangan menggunakan balsem atau sejenisnya karena malah dapat menyebabkan bertambah meradang.

Tapi kalau merasa kwatir sebaiknya anda menghubungi dokter biar lebih puas mmm.
Waiting for long time....


Friday, 11 January 2013

Perempuan


OH PEREMPUAN/ WANITA
Seorang  akan merasa lengkap dan sempurna setelah menikah dan memiliki anak.
Disaat seorang wanita menginjak umur yang dikatakan "cukup" untuk menikah tapi belum ketemu jodoh, wanita itu akan selalu dikejar-kejar oleh pertanyaan, Kapan nikah???? Hadeh.....stresss
Dan disaat sudah menikah tapi belum punya anak datang lagi pertanyaan , kapan punya anak??? Hadeh stress lagi.
disaat sudah punya anak , muncul lagi pertanyaan baru, udah berapa anaknya, kapan nambah lagi..???
hadehhhhh ..... pertanyaan tidak akan pernah selesai akan terus ada. Itulah masyarakat, tanpa pernah memikirkan bagaimana perasaan seorang wanita atas berondongan pertanyaan tersebut.
Padahal menghadapi itu semua seorang wanita penuh perjuangan terutama perjuangan batin.
Hanya karna budaya/masyarakat pertanyaan - pertanyaan itu seperti suatu kewajiban, sehingga seorang wanita dipaksa untuk mampu, padahal tidak semua wanita mampu untuk itu.
Dipikir- pikir berat jadi wanita itu apalagi hidup di bumi tercinta ini, yang begitu banyak aturan yang sepertinya wajib diikuti.
Kapan masyarakat bisa mengerti tidak hanya menuntut.
Alhamdulillah ya Allah kau jadikan aku wanita sempurna , kuatkanlah aku untuk bisa menjadi wanita bagi masyarakat, istri bagi suami, ibu bagi anakku , dan anak bagi orangtua ku.